Sejarah Tempat Ibadah Umat Budha Serta Perbedaannya

Sejarah Tempat Ibadah Umat Budha Serta Perbedaannya – Tiap agama mempunyai tempat ibadah buat berharap ataupun beribadah bagi kepercayaannya tiap- tiap, tercantum pemeluk Budha. Dengan cara biasa, tempat ibadah Budha diketahui dengan kuil ataupun asrama.

Mengutip namoguru.org , kuil Buddha didesain selaku ikon 5 bagian kehidupan, ialah api, hawa, tanah, air, serta kebijaksanaan yang dilambangkan dengan bagian pucuk gedung.

Baca Juga : Biksu China I-Tsing Ajarkan Agama Buddha di Sriwijaya

Agama Budha sendiri memahami 4 berbagai tempat ibadah yang bisa didatangi umatnya, ialah Vihara, Stupa, Menara, serta Candi. Buat mengenali lebih jauh mengenai keempat tempat ibadah Budha itu, ikuti keterangan lengkapnya selanjutnya ini.

1. Vihara

Tempat ibadah Budha yang awal merupakan Vihara. Sejatinya, Vihara berperan selaku pusat aktivitas agama serta kultur pemeluk Budha. Sebab itu, komplek Vihara pula digunakan selaku tempat berlatih, terkumpul, dan tempat bermukim para Bhikkhu.

Terdapat pula Vihara dalam rasio kecil yang diucap selaku cetiya. Mengambil novel Pembelajaran Agama Buddha serta Budi Akhlak oleh Karsan serta Effendhie Tanumihardja, Cetiya cuma berperan selaku tempat kebaktian saja. Tempat kebaktian itu diucap dengan baktisala.

Di dalam ruang sanjung abdi Vihara ada mazbah yang berperan selaku tempat diletakkannya Buddha Ruppang. Ini dipakai pemeluk Buddha selaku subjek buat meluhurkan serta mengenang Buddha Gotama. Tidak hanya itu, sering- kali mazbah dilengkapi dengan Bodhisattva Rupang dan barang- barang sanjung, semacam cendana, parafin, air, serta bunga.

Tidak sedikit warga biasa yang membandingkan Vihara dengan Klenteng walaupun kenyataannya keduanya berlainan. Kelenteng merupakan tempat ibadah pemeluk Konghucu yang mayoritas dipakai buat berharap suatu serta bertabiat individu. Sebaliknya di Vihara, ritual lebih bertabiat kebaktian dan bisa diisi khotbah oleh Bhikkhu ataupun Dharmaduta.

2. Stupa

Stupa merupakan ikon agama Budha yang nampak semacam cawan menjempalit berupa persegi 4 ataupun bidang 8 dengan gayung di atasnya alhasil wujudnya menyamai bel.

Stupa jadi bukti diri yang menunjukkan sesuatu gedung bersih berkeyakinan Budha. Di sebagian area, stupa ialah ikon untuk tempat pemakaman benda aset yang bernilai. Karenanya, kehadiran stupa kerap jadi peringatan serta hidmat atas kedatangan Si Budha bersama ajaran- ajarannya.

3. Pagoda

Menara merupakan tempat ibadah Budha sejenis Tower besar yang mempunyai asbes bertumpuk- tumpuk. Dengan cara biasa, menara mempunyai arsitektur khas Cina.

Mengambil halaman Cina. org. cn, Menara mulanya dipakai selaku tempat penyimpanan badan Sakyamuni, penggagas anutan Budha. Tujuannya merupakan buat melestarikan peninggalan- peninggalannya.

Kemajuan arsitektur gedung Menara di tiap negeri berbeda- beda, cocok dengan kemajuan asal usul serta adat bangsa itu. Misalnya, Cina, Korea, serta Jepang mempunyai jenis Menara dengan asbes berupa persegi yang khas pada tiap tingkatnya. Di situ, Menara lebih berperan selaku monument.

Berlainan dengan Menara di Kamboja, Laos, Myanmar, serta Thailand, di mana bagian asbes Menara berupa runjung ataupun piramid serta berperan selaku tempat ibadah.

4. Candi

Candi merujuk pada gedung keimanan yang berawal dari peradaban Hindu- Buddha. Gedung ini dipakai selaku tempat ritual ibadah, penyembahan dewa- dewi, hidmat kakek moyang, atau buat memuliakan Si Buddha.

Arsitektur candi umumnya dihiasi dengan relief serta patung yang bermaksud buat mengantarkan catatan pada para pemeluk dikala mendatanginya.

Salah satu candi Budha sangat populer di Indonesia merupakan Candi Borobudur yang terdapat di Magelang, Jawa Tengah. Hingga saat ini, Borobudur dipakai selaku tempat kunjungan keimanan. Tiap tahunnya, pemeluk Budha dari bermacam wilayah tiba serta terkumpul di Borobudur buat memeringati Trisuci Waisak.

Tidak hanya Borobudur, terdapat beberapa julukan candi yang pula populer di Indonesia. Misalnya, Candi Prambanan, Candi Mendut, Candi Kalasan, Candi Pawon, serta serupanya.

Tags: